Peran Strategis Pesantren dalam Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pembangunan Desa Jadi Sorotan Mendes PDT

Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam membentuk karakter masyarakat desa. Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, pesantren dinilai berkontribusi besar dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, serta semangat kebangsaan kepada masyarakat.

Menurut Yandri, keberadaan pesantren telah teruji sepanjang perjalanan bangsa Indonesia. Lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut tidak hanya hadir sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berakhlak dan berintegritas.

Ia menjelaskan bahwa pesantren memiliki kedekatan yang kuat dengan kehidupan masyarakat desa. Karena itu, pesantren mampu menjadi motor penggerak dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus menjaga nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Selain berkontribusi dalam bidang pendidikan, pesantren juga memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa. Peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjadi bukti bahwa pesantren tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah nasional. Semangat perjuangan tersebut dinilai masih relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda saat ini.

Pemerintah berharap sinergi antara pesantren dan pembangunan desa dapat terus diperkuat. Dengan dukungan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pesantren diharapkan mampu berperan lebih luas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi umat, serta pembangunan karakter masyarakat desa yang berdaya saing.

Ke depan, pesantren juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, tidak hanya dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.

Sumber : InfoPublik