Myanmar – 28 Maret 2025
Sebuah gempa bumi berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah tengah Myanmar pada pagi hari ini, menyebabkan kepanikan massal dan kerusakan infrastruktur di sejumlah area. Getaran kuatnya bahkan dirasakan hingga Bangkok, Thailand, yang berjarak lebih dari 500 km dari pusat gempa.
Lokasi dan Dampak Awal
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Myanmar, episentrum gempa terletak di kedalaman 10 km di dekat Kota Taungdwingyi, wilayah Magway. Gempa ini memicu tanah longsor di daerah pegunungan serta merobohkan puluhan bangunan, termasuk rumah warga dan fasilitas publik. Otoritas setempat menyatakan setidaknya 15 orang tewas dan lebih dari 200 luka-luka, dengan angka korban diperkirakan masih akan bertambah.
Kepanikan di Bangkok
Meski jaraknya jauh, getaran gempa dirasakan jelas di Bangkok, Thailand. Warga berlarian keluar gedung saat gedung-gedung tinggi bergoyang selama sekitar 20 detik. Pihak berwenang Thailand belum melaporkan kerusakan signifikan, tetapi insiden ini memicu kekhawatiran akan potensi gempa susulan atau dampak pada struktur bangunan tua di kota tersebut.
Respons Darurat dan Bantuan Internasional
Tim penyelamat Myanmar sedang berupaya mencapai daerah terisolir yang terdampak parah. Pemerintah Myanmar telah mengaktifkan respons darurat nasional dan meminta bantuan internasional. India, Tiongkok, dan ASEAN dikabarkan telah menawarkan dukungan logistik dan medis.
Analisis Ahli
Ahli geologi menjelaskan bahwa gempa ini terjadi di zona seshan aktif yang menghubungkan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas seismik di wilayah Myanmar tengah memang kerap terjadi, tetapi gempa berkekuatan di atas 6 SR tergolong langka dan berpotensi memicu guncangan susulan dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan untuk Warga
Penduduk di wilayah terdampak diimbau waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang retak. Di Bangkok, pemerintah setempat menginstruksikan pemeriksaan infrastruktur penting untuk memastikan keamanan publik.
Konteks Sejarah
Myanmar tercatat mengalami gempa signifikan terakhir pada 2012 dengan kekuatan 6,8 SR di Teluk Benggala, yang menewaskan lebih dari 100 orang. Gempa hari ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di kawasan rawan bencana
Sumber : Rueters

