Gubernur Khofifah Intensifkan Pasar Murah, Jaga Daya Beli Warga Wonocolo

#image_title

SURABAYA, 24 FEBRUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mengintensifkan pelaksanaan Pasar Murah selama Bulan Suci Ramadhan sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Kali ini, Pasar Murah ke-25 digelar di halaman  Masjid At-Taqwa, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Senin (23/2).

Sejak siang hari, ratusan warga, terutama ibu rumah tangga, memadati lokasi kegiatan untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasar tradisional. Antrean tertib terlihat di berbagai stan komoditas, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.

Berbagai bahan pokok dijual di bawah harga pasar, diantaranya pasar beras premium dijual Rp14.000 per kg, beras medium Rp11.000 per kg, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kg.

Kemudian dilanjutkan komoditi gula pasir Rp14.000 per kg, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.

Secara khusus, Gubernur Khofifah menyampaikan Pasar Murah di bulan Ramadhan tahun ini akan terus digencarkan  sebagai upaya intervensi Pemerintah dalam menjaga harga kebutuhan bahan pokok terlebih dibulan Ramadhan seperti saat ini hingga nanti menjelang Idul Fitri. 

“Setiap bulan puasa dan nanti menjelang Lebaran, permintaan logistik kebutuhan bahan pokok meningkat dan itu berpotensi memicu kenaikan harga,” kata Gubernur Khofifah.

“Maka pasar murah digelar supaya masyarakat tidak khawatir dan tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.  Tentu harapannya mereka bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lebih tenang dan lancar,” tambahnya. 

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menambahkan, pasar murah dinilai efektif membantu penguatan pemenuhan logistik bagi keluarga-keluarga disaat Ramadhan. Untuk itu, ia memastikan kegiatan pasar murah ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan selama bulan ramadhan bahkan sepanjang tahun 2026.

Baca juga :  Pemerintah Rancang Kebijakan Satu Harga Beras SPHP

“Kami sudah agendakan supaya program strategis seperti Pasar Murah ini bisa terus eksis sebagai ikhtiar menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok. Kita berseiring dengan apa yang dilakukan Kab/ Kota jadi sifatnya melengkapi,” imbuhnya.

“Hari ini lokasi Pasar Murah ditempatkan sangat dekat dengan masjid dan mendekatkan penjangkauan di perkampungan warga. Saya selalu berpesan supaya lokasinya jauh dari pasar tradisional. Tentu harapannya ini bisa menyasar langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya. 

Diakhir, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada ratusan lansia. Kemudian dirinya juga membagikan telur kepada Ibu rumah tangga yang membawa anak sebagai ikhtiar pemenuhan gizi keluarga. 

Tak ketinggalan, Gubernur Khofifah juga memborong berbagai jenis produk yang dijual mulai makanan hingga minuman sebagai bentuk support terhadap UMKM dan ekonomi lokal. 

Sementara itu, salah satu warga Wonocolo, Asri, mengaku sangat senang karena Pasar Murah bisa hadir dilingkungan rumahnya. Terlebih berbagai komoditi bahan pokok dijual lebih murah dibandingkan pasar tradisional.

“Hari ini saya beli beras sama telur karena harganya murah dibanding beli dipasar. Bulan ramadhan ini, keluarga saya banyak konsumsi olahan telur sebagai lauk apalagi saat sahur karena praktis, sehat dan bernutrisi,” kata Asri.