Indonesia Dinilai Berpotensi Jadi Pusat Pembelajaran Al-Qur’an Internasional

#image_title

Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat studi Al-Qur’an di tingkat dunia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi rujukan internasional dalam pengembangan kajian Al-Qur’an.

Ia menilai pendekatan pemahaman Al-Qur’an yang berkembang di Indonesia dikenal moderat dan harmonis. Nilai tersebut dinilai relevan untuk diperkenalkan kepada masyarakat global sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam pengembangan peradaban Islam.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin dalam kegiatan yang membahas laporan dan rencana kerja lembaga kajian Al-Qur’an di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan serta program kaderisasi mufasir agar kajian Al-Qur’an terus berkembang.

Menurutnya, pusat studi Al-Qur’an tidak harus selalu berada di Timur Tengah. Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menjadi tempat belajar bagi pelajar internasional yang ingin mendalami ilmu Al-Qur’an.

Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga pendidikan, dapat memperkuat keberlanjutan program-program pengembangan studi Al-Qur’an di Indonesia.

Dengan potensi tersebut, Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam penyebaran nilai-nilai Al-Qur’an yang membawa pesan kedamaian, harmoni, dan kemajuan peradaban.

📌 Sumber Berita : Infopublik.id
 

Baca juga :  Gubernur Khofifah Serahkan Truk Normalisasi, Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027