Peringati Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah Pangan Terjangkau di Batuputih Sumenep

SUMENEP, 15 OKTOBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di halaman Balai Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10). 

Pasar Murah kali ini lebih spesial, lantaran menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Berbagai komoditas pangan disediakan. Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, cabai, telur, hingga daging ayam. Selain itu, juga menghadirkan produk industri kecil dan menengah (IKM) untuk memperluas akses pemasaran bagi pelaku usaha lokal. Masyarakat pun antusias dapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Gubernur Khofifah mengatakan, peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur menjadi momentum untuk menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau guna membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.

“Pada Hari Jadi ke-81 Jawa Timur ini, kami ingin berbagi kebahagiaan melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pasar Murah ini menjadi salah satu ikhtiar kami untuk membantu meringankan belanja keluarga sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan Pasar Murah, beras medium dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.000 per kilogram. Minyak goreng ditawarkan seharga Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Adapun bawang putih dan bawang merah masing-masing dijual Rp6.000 per kemasan 250 gram. Cabai tersedia dengan harga Rp5.000 per kemasan 200 gram. Sementara itu, telur ayam ras ditawarkan Rp20.000 per paket dan daging ayam ras Rp32.000 per paket.

Khofifah menegaskan, keterjangkauan harga pangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga daya beli dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Pemerintah pun terus berupaya mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok melalui kegiatan pasar murah yang melibatkan berbagai pihak.

“Kami ingin masyarakat semakin mudah mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Harapannya, pengeluaran untuk kebutuhan pangan bisa lebih ringan sehingga keluarga memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya,” tuturnya.

Khofifah menekankan, upaya menjaga daya beli masyarakat perlu didukung ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan. Sehingga, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan sehari-hari secara lebih mudah, terutama ketika menghadapi tekanan pengeluaran rumah tangga.

Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan pasar murah dengan berbelanja sesuai kebutuhan agar komoditas yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya dan berbelanja sesuai kebutuhan. Kita ingin semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat dari pasar murah ini,” katanya.

Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, kehadiran produk IKM dalam pasar murah menjadi bagian dari upaya memperluas pemasaran produk lokal. Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.

Khofifah menilai, upaya menjaga daya beli masyarakat perlu berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi produktif. Dengan mempertemukan kebutuhan konsumen dan produk pelaku usaha, pasar murah diharapkan turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia pun mengapresiasi dukungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Bulog, serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan pasar murah di Kabupaten Sumenep.

Khofifah berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat agar kegiatan serupa menjangkau lebih banyak masyarakat, sekaligus mendukung stabilisasi harga dan memperluas kesempatan pemasaran bagi pelaku IKM.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menghadirkan pasar murah ini. Semoga momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur semakin menguatkan kepedulian kita untuk membantu masyarakat dan bersama-sama membangun kesejahteraan,” ungkapnya.

Manfaat pasar murah dirasakan langsung oleh warga yang datang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Rifatul Khoir, warga Dusun Bendusan, Desa Batuputih Laok, mengatakan dirinya sengaja datang untuk membeli beras, telur, dan minyak goreng.

Menurutnya, harga sejumlah komoditas di pasar murah lebih rendah dibandingkan harga yang biasa ditemui di toko maupun pasar. Ia menyebut selisih harga beras mencapai sekitar Rp3.000, minyak goreng Rp6.000, dan telur Rp7.000.

Selisih tersebut, kata Rifatul, dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan pangan lainnya, seperti ayam, cabai, dan bawang, sehingga pengeluaran belanja keluarga menjadi lebih hemat.

“Dengan harga yang lebih murah, uang belanja bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Masudoh, warga Batuputih yang sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga. Ia datang ke pasar murah untuk membeli minyak goreng karena harganya lebih terjangkau dibandingkan harga di toko.

Masudoh menyebut minyak goreng di pasar murah dijual Rp13.000 per liter, sedangkan harga yang biasa ditemuinya di toko mencapai sekitar Rp20.000. Selisih tersebut dinilai cukup membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Sementara itu, Mukminah, warga yang datang bersama anaknya yang masih berusia dua bulan, mengaku bersyukur dapat memperoleh satu paket telur ayam untuk menambah kebutuhan pangan keluarga.

Ia menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan pasar murah tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dihadirkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Suasana pasar murah juga diwarnai pembagian hadiah kepada warga. Nurimamatus Shidqiyah, yang datang untuk membeli minyak goreng dan beras, mendapatkan hadiah berupa kipas angin.

Ia mengaku sengaja datang sejak siang untuk berbelanja karena mengetahui adanya selisih harga sejumlah kebutuhan pokok dibandingkan dengan harga di toko maupun pasar. Menurutnya, selisih harga tersebut berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 untuk komoditas yang hendak dibelinya.

Nurimamatus menyampaikan rasa syukur karena selain dapat berbelanja dengan harga lebih terjangkau, dirinya juga memperoleh hadiah dalam kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut.

“Terima kasih Ibu Gubernur Khofifah. Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kami sekeluarga,” pungkasnya.