SURABAYA, 13 OKTOBER 2026 – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menegaskan bahwa “Gerbang Baru Nusantara The Next Level” harus diwujudkan melalui langkah nyata, capaian terukur, serta manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Adhy dalam Sarasehan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bertajuk “Gerbang Baru Nusantara: The Next Level” di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar 590 yang berlayar dari Koarmada II Surabaya menuju Kabupaten Sumenep, Selasa (13/10).
Sarasehan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Sapa Bansos dan Bakti Sosial peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim. Mengusung semangat “Menguatkan Peran Jawa Timur, Menggerakkan Kemajuan Indonesia”, forum tersebut menjadi ruang refleksi dan pertukaran gagasan untuk memperkuat kontribusi Jawa Timur dalam pembangunan nasional.
“Gerbang Baru Nusantara ini tidak hanya sekadar konsep atau jargon. Kita ingin konsep ini semakin kuat pemahamannya, semakin nyata implementasinya, dan semakin luas manfaatnya bagi seluruh provinsi di Indonesia,” ujar Adhy.
Menurutnya, posisi Jawa Timur sebagai simpul penghubung sekaligus pusat keunggulan bagi Indonesia ditopang tiga bidang utama, yakni Gerbang Talenta, Gerbang Produksi dan Perdagangan, serta Gerbang Konektivitas yang didukung layanan keuangan lintas wilayah.
Peran tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, penguatan kapasitas produksi, hingga penyediaan layanan bagi masyarakat dari berbagai daerah. Keberadaan pelabuhan, infrastruktur logistik, dan layanan tol laut menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah.
“Jawa Timur ini punya peran strategis yang kuat untuk nasional. Bukan saja untuk lalu lintas barang, tetapi juga didukung konektivitas logistik, termasuk layanan tol laut yang banyak melalui Surabaya. Ini menjadi nilai tambah bagi Jawa Timur,” katanya.
Penguatan peran lintas wilayah juga tercermin melalui perluasan layanan keuangan Bank Jatim, termasuk pembukaan kantor cabang di Balikpapan, serta pelaksanaan misi dagang untuk memperluas pasar produk Jawa Timur.
“Dalam perdagangan, misi dagang antarprovinsi bahkan bisa dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Hasilnya, Jawa Timur mampu mencatatkan surplus perdagangan. Produk-produk Jawa Timur diminati tidak hanya di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga di pasar dunia. Inilah yang kita dorong melalui Gerbang Baru Nusantara The Next Level,” tambahnya.
Adhy menekankan bahwa sarasehan harus menghasilkan pemetaan kekuatan, tantangan, dan langkah penguatan berdasarkan fakta serta data agar konsep Gerbang Baru Nusantara semakin nyata implementasinya.
“Apa yang sudah kuat kita sebagai Gerbang Baru Nusantara, fakta yang konkrit sudah ada dan harus kita pertahankan. Kedua, apa yang perlu diperbuat, kalau masih ada yang bolong diidentifikasi,” jelasnya.
“Berikutnya langkah arah kebijakan program dan kegiatan konkrit yang betul-betul mendukung dan menunjukkan bahwa Jawa Timur diakui provinsi lain,” bebernya.
Sejalan dengan hal tersebut, pengamat sosial Jawa Timur sekaligus akademisi Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim AS mengapresiasi komitmen Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat dan mengoptimalkan implementasi Gerbang Baru Nusantara.
Menurutnya, periode kedua kepemimpinan Gubernur Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menjadi momentum penting untuk memperluas dampak visi tersebut melalui peningkatan kinerja seluruh perangkat daerah.
“Gerbang Baru Nusantara harus benar-benar menjadi tantangan sekaligus energi bagi seluruh perangkat daerah untuk naik level. Bukan sekadar menjadi visi tertulis atau jargon, melainkan sumber inspirasi bagi setiap langkah dan kebijakan pembangunan di Jawa Timur,” ujarnya.
Surokim menilai, setiap perangkat daerah perlu menerjemahkan visi tersebut ke dalam target yang konkret, terukur, dan berorientasi pada dampak. Keunggulan di masing-masing bidang harus terus dikembangkan agar Jawa Timur mampu menjadi rujukan nasional sekaligus memperluas kiprahnya di tingkat global.
“Yang harus didorong sekarang adalah bagaimana setiap perangkat daerah mampu menghasilkan dampak nyata. Jangan hanya berorientasi pada penyelesaian program rutin, tetapi bagaimana program tersebut memberikan nilai tambah, menciptakan perubahan, dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru pembangunan nasional,” jelasnya.
Sementara itu, akademisi Universitas Airlangga Dr. Suko Widodo menyoroti pentingnya keselarasan identitas, narasi, reputasi, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Jawa Timur.
Dalam paparannya, Suko menekankan bahwa masyarakat menilai pemerintah melalui pengalaman nyata atas pelayanan yang mereka terima. Karena itu, narasi pembangunan perlu ditopang pemenuhan janji dan kerja yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Melalui analogi kentongan sebagai sarana komunikasi warga, pemerintah harus semakin peka mendengar kebutuhan masyarakat. Warga perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembangunan, dengan ruang partisipasi yang juga terbuka bagi generasi muda,” jelasnya.
Suko turut menekankan pentingnya membangun sistem yang menjaga kesinambungan pelayanan dan pembangunan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
“Dengan demikian, semangat “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan” dapat tercermin dalam kepekaan pemerintah merespons masyarakat dan keberlanjutan kerja kelembagaan,” katanya.
Dari aspek konektivitas, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono memaparkan peran jaringan transportasi dalam menghubungkan manusia, barang, dan peluang ekonomi. Dukungan delapan bandara dan 42 pelabuhan laut menjadi bagian dari kekuatan Jawa Timur sebagai Gerbang Konektivitas Nusantara.
“Pelabuhan Tanjung Perak disebut melayani 25 dari 41 rute tol laut. Peran tersebut memperlihatkan posisi penting Jawa Timur dalam mendukung distribusi logistik dan keterhubungan antarwilayah,” katanya.
Nyono juga menguraikan arah penguatan transportasi melalui integrasi angkutan publik, peningkatan layanan kepulauan, serta keterhubungan antarmoda.
“Pengembangan Trans Jatim beserta angkutan pengumpan, penguatan layanan pelabuhan, dan koneksi transportasi menuju pusat kegiatan ekonomi menjadi bagian dari upaya memperlancar mobilitas masyarakat maupun barang,” jelasnya.
Pada bidang produksi dan perdagangan, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan memaparkan pentingnya memperkuat rantai pasok, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai tambah produk.
I”ndustri pengolahan menyumbang 31,27 persen terhadap struktur perekonomian Jawa Timur pada semester I 2026, sedangkan perdagangan berkontribusi 18,49 persen. Kekuatan kedua sektor tersebut menjadi modal untuk memperbesar peran Jawa Timur sebagai Gerbang Produksi dan Perdagangan Nusantara,” paparnya.
Upaya penguatan diarahkan melalui diversifikasi negara tujuan ekspor, penciptaan eksportir baru, fasilitasi pertemuan bisnis, serta partisipasi dalam pameran internasional. Pengembangan kemitraan industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri besar juga menjadi bagian penting untuk memperluas pasar dan memperkuat rantai pasok lokal.
Iwan turut memaparkan perlunya pendampingan IKM dari bahan baku, pengolahan, standardisasi dan sertifikasi produk, hingga pemasaran. Langkah tersebut diarahkan agar produk memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih tinggi serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Pada dimensi Gerbang Talenta, penguatan pendidikan menjadi bagian penting dari kontribusi Jawa Timur bagi Indonesia. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Aries Agung Paewai memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi peserta didik dan peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kiprah talenta Jawa Timur telah menjangkau tingkat nasional, sementara layanan pendidikannya juga telah melayani peserta didik dari luar provinsi. Hal tersebut memperlihatkan bahwa manfaat pendidikan di Jawa Timur turut mendukung pengembangan sumber daya manusia lintas daerah.
Pembahasan sarasehan juga diperkaya melalui tanggapan dari sektor kesehatan, khususnya rumah sakit, sektor agro yang mencakup pertanian, peternakan, dan bidang terkait, serta sektor pariwisata. Berbagai tanggapan menunjukkan bahwa pelayanan dan produksi Jawa Timur telah menasional, bahkan pada sejumlah bidang menjangkau tingkat internasional.
Layanan rumah sakit turut memenuhi kebutuhan masyarakat lintas daerah, sementara sektor agrokompleks memperkuat pasokan pangan bagi pasar domestik hingga ekspor. Adapun destinasi pariwisata Jawa Timur yang menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara turut memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Diskusi yang dipandu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur tersebut diarahkan untuk menghasilkan tiga hingga lima rekomendasi prioritas berbasis fakta dan data sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam merumuskan kebijakan dan program penguatan Gerbang Baru Nusantara.
Penyelenggaraan sarasehan di atas KRI Makassar 590 sekaligus menegaskan pentingnya konektivitas maritim, sinergi antarwilayah, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kontribusi Jawa Timur dalam menggerakkan kemajuan Indonesia.

