MALANG, 3 OKTOBER 2026 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan dua program studi (prodi) baru jenjang Master Degree yaitu LLM Digital Law dan MSc Advanced Cyber Security di King’s College London (KCL) Singhasari Malang, Jumat (2/10).
Dalam peresmian tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Konsul Kehormatan Inggris untuk Surabaya Ivy Kamadjaja, Rektor KCL untuk Indonesia dan Asia Tenggara Prof. Simon Tanner, serta jajaran pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari Malang.
Melalui _soft launching_ ini, diharapkan perkuliahan akan bisa dimulai pada September 2027 mendatang.
Selain meresmikan dua prodi strategis terbaru tersebut, Gubernur Khofifah juga menyambut hangat para mahasiswa baru untuk program Digital Economies dan Digital Futures yang telah dimulai di KEK Singhasari.
"Hari ini kita mendapatkan kabar baik, harapan baru bahwa ada dua prodi yang sangat dibutuhkan oleh negeri ini, institusi pemerintah maupun private sector. _Digital Law_ dan _Advance Cyber Security_. Bukan sekedar _cyber security_, tapi _Advance Cyber Security_ ," ucap Gubernur Khofifah.
Peluncuran dua prodi baru ini dinilai Gubernur Khofifah sebagai hasil nyata dari komitmen, keuletan, serta keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama KEK Singhasari dalam membangun kemitraan jangka panjang yang kokoh dengan KCL.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pemenuhan SDM di bidang _Digital Law_ dan
_Advance Cyber Security_ merupakan kebutuhan mendesak bangsa Indonesia agar tidak tertinggal dalam arus transformasi digital global.
Langkah strategis ini diambil merespons maraknya ancaman kejahatan siber di Indonesia yang kian mengkhawatirkan. Bukan tanpa alasan, berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 5,5 miliar serangan siber di tanah air.
Tidak hanya itu, tren serangan siber tersebut berlanjut pada periode 1 Januari hingga 15 April 2026, di mana BSSN mencatat telah terjadi 1,42 miliar serangan siber di Indonesia.
"Ini artinya bahwa kita harus memproteksi data kita, keamanan kita semuanya. Apakah dari keamanan nasional, keamanan perbankan dan sektor-sektor swasta lainnya," tegasnya.
Gubernur Khofifah berharap program ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh berbagai instansi nasional, mulai dari Kejaksaan, Kepolisian, Imigrasi, kementerian terkait, hingga pemerintah daerah.
Di era AI yang berkembang pesat, penguasaan skill yang mumpuni sangat dibutuhkan untuk memproteksi data-data krusial bangsa, khususnya pada sistem perbankan dan infrastruktur vital nasional.
Gubernur Khofifah juga menyebut bahwa kebutuhan akan Digital Law dinilai kian krusial seiring dengan maraknya perkembangan aset digital seperti Bitcoin, kripto, serta regulasi transaksi keuangan digital berbasis teknologi modern.
Hal itu terlihat dari upaya berbagai lembaga strategis nasional seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah gencar menyiapkan tim pakar di bidang Digital Law.
Ia menekankan bahwa kendati lokasi kampus KCL berada di Singhasari Malang, Jawa Timur, kemanfaatan yang dihadirkan program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan seluruh bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gubernur Khofifah juga menegaskan hadirnya dua prodi berkelas dunia di Jawa Timur ini merupakan bukti kepercayaan luar biasa dari lembaga internasional kepada Jawa Timur, khususnya KCL dan Yayasan Singhasari.
Khofifah mengungkapkan bahwa keberhasilan membawa KCL ke Indonesia membutuhkan proses panjang dan ketat, mulai dari pemenuhan kualifikasi rekrutmen tim, standar dosen langsung dari KCL, hingga kurikulum yang terintegrasi secara penuh.
Melalui kehadiran dua prodi baru ini, Jawa Timur optimistis dapat melahirkan talenta-talenta unggul berkemampuan internasional yang siap menjaga kedaulatan digital dan memperkuat ekosistem hukum siber Indonesia.
Dengan kata lain, _Digital Law_ dapat membangun kepastian dan akuntabilitas, sementara _Advance Cyber Security_ membangun keamanan dan kepercayaan. Keduanya diharapkan menjadi fondasi agar transformasi digital tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga aman, etis, terpercaya, dan berkelanjutan.
"Jadi tempatnya saja di Singhasari Malang Jawa Timur tapi ini sebetulnya kebutuhan bangsa dan negara Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu, Rektor KCL untuk Indonesia dan Asia Tenggara Prof. Simon Tanner mengaku sangat senang dan bangga akan dukungan penuh Gubernur Khofifah dalam peluncuran dua prodi terbaru di KCL Kampus Singhasari Malang.
Ia mengatakan bahwa peluncuran dua Prodi terbaru ini merupakan hasil kolaborasi dan diskusi bersama Gubernur Khofifah akan skill yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jatim dan Indonesia secara umum.
Ia juga memastikan bahwa para mahasiswa yang nantinya mengambil prodi tersebut akan mendapatkan kesempatan sekaligus pengajaran menyeluruh, seperti etika peretasan hingga menangkis serangan dan ancaman siber.
"Kami sangat senang dan merasa terhormat atas dukungan Ibu Gubernur Khofifah. Sebagai salah satu universitas Top 50 dunia, kami berkesempatan untuk menggelar pembelajaran penting di Indonesia," terangnya.
Sebagai informasi, KCL diakui secara resmi sebagai _Academic Centre of Excellence_ dalam Penelitian Keamanan Siber (ACE-CSR) oleh _National Cyber Security Centre_ (NCSC) UK. Termasuk juga, program gelar pascasarjana _Cyber security_ yang mendapatkan sertifikasi langsung dari NCSC.
Hal ini, menempatkan KCL pada peringkat enam di UK dan Top 50 Global untuk Jurusan Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (QS Rangkings).

