JFF 2026 Diharapkan Jadi Wadah Kolaborasi Tingkatkan Literasi dan Kesadaran Finansial Masyarakat

JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pelaksanaan Jogja Financial Festival (JFF) 2026 menjadi sarana penting dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus mengantisipasi munculnya bias informasi di tengah derasnya arus digitalisasi informasi saat ini.

Menurutnya, masyarakat khususnya generasi muda perlu memiliki kemampuan memilah informasi yang benar dan kredibel, terutama terkait sektor keuangan, investasi, hingga perkembangan ekonomi digital. Kehadiran JFF 2026 dinilai mampu menjadi ruang edukasi publik agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun narasi yang tidak berbasis data.

Misbakhun menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru dalam penyebaran informasi. Di satu sisi teknologi memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga membuka peluang munculnya disinformasi, hoaks, hingga bias informasi yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan masyarakat dalam sektor keuangan.

Melalui forum seperti JFF 2026, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan, investasi yang sehat, hingga pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan teknologi finansial yang semakin pesat.

Selain itu, festival tersebut juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, regulator, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, dan generasi muda untuk memperkuat pemahaman ekonomi serta membangun budaya literasi keuangan yang lebih baik di Indonesia.

Pemerintah dan DPR berharap kegiatan seperti JFF 2026 dapat terus diperluas agar masyarakat semakin siap menghadapi tantangan ekonomi digital sekaligus mampu menyaring informasi secara lebih kritis dan objektif.

Sumber : InfoPublik