Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi untuk menyiapkan talenta riset muda Indonesia yang memiliki daya saing di tingkat global.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang berfokus pada pembinaan dan pengembangan talenta, khususnya bagi calon finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) serta para pemenang OPSI yang akan mengikuti kompetisi internasional.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Veronica Irene Herdjiono, menegaskan kerja sama ini penting untuk menumbuhkan budaya riset di kalangan murid sejak dini. Melalui kolaborasi dengan BRIN, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam proses penelitian, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan hasil riset.
Ia menjelaskan, keterlibatan para pakar BRIN dalam pendampingan peserta akan memperkuat kualitas metodologi penelitian serta meningkatkan unsur kebaruan riset sehingga mampu bersaing di level internasional.
Selain menyiapkan peserta untuk mengikuti ajang kompetisi, program tersebut juga diarahkan untuk membangun karakter ilmiah yang kuat, kreatif, dan inovatif di kalangan generasi muda.
Melalui kerja sama itu, peserta akan mendapatkan pelatihan komprehensif yang mencakup teknik pengambilan sampel, pengolahan data, penelusuran referensi ilmiah, penulisan laporan penelitian, hingga pemahaman etika riset.
Sementara itu, Direktur Manajemen Talenta BRIN Ajeng Arum Sari menilai pengalaman praktik langsung menjadi kunci dalam membangun kompetensi riset berkelanjutan. Pendekatan berbasis praktik dinilai penting agar murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung proses eksperimen, analisis data, dan penyusunan karya ilmiah.
Pemerintah berharap melalui langkah ini akan lahir lebih banyak talenta muda unggul yang mampu mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi riset dan inovasi di panggung dunia.

