SURABAYA, 16 SEPTEMBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan belajar 109 mahasiswa Fakultas Keamanan Nasional (FKN) Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/9) malam.
Selain Kunjungan Belajar, turut dilakukan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara berbagai Perangkat Daerah Pemprov Jatim dengan Unhan RI yaitu Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pendidikan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan dan Kelautan Prov. Jatim.
Gubernur Khofifah meyakini kunjungan ini akan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara akademisi pertahanan dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas serta kedaulatan nasional.
"Selamat datang di Bumi Majapahit. Yang selalu menyemai harmoni, Kebhinnekaan dan nafas Ke-Indonesiaan lewat optimisme Gerbang Baru Nusantara," ucap Khofifah.
Di hadapan ratusan mahasiswa Unhan RI, Gubernur Khofifah pun menekankan bahwa Jawa Timur kini tidak sekadar berfokus pada ketahanan pangan. Melainkan telah melangkah maju menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
Hal ini dibuktikan dengan capaian sektor pertanian Jatim yang secara konsisten berada di peringkat teratas secara nasional.
Sebagai lumbung pangan nasional, mulai tahun 2020 sampai semester 1 – 2026, Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi secara nasional.
Berdasarkan potensi produksi Januari sampai Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 9,86 juta ton gabah kering giling atau meningkat 5,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, setara dengan sekitar 5,69 juta ton beras.
"Tahun lalu Indonesia sesungguhnya sudah swasembada beras. Jika kita sama-sama punya tekat yang kuat, tahun ini Insya Allah kita bisa mencapai swasembada gula untuk konsumsi tanpa melakukan impor gula konsumsi," ucap Khofifah optimistis.
Bukan tanpa alasan, hal ini ditopang oleh langkah bongkar ratoon secara masif serta revitalisasi sejumlah pabrik gula yang nantinya akan mampu meningkatkan kapasitas di atas 80 persen sehingga rendemen yang dihasilkan jauh lebih maksimal.
Kemudian di sektor peternakan Jawa Timur, Khofifah optimis sebagai pilar krusial pendukung kedaulatan pangan berbasis protein hewani nasional. Jawa Timur saat ini memegang rekor populasi sapi potong tertinggi di Indonesia yang mencapai sekitar 3,5 juta ekor, unggul jauh dari provinsi lain.
"Ada BBIB Singosari milik Kementerian Pertanian yang berlokasi di Malang. Fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran inseminator dan pengawas kebuntingan, sekaligus wadah pengembangan teknologi reproduksi ternak unggul. Kami memproyeksikan, dalam tiga tahun jika kita melakukan pengembangan peternakan sapi potong secara masif kita bisa Swasembada daging," terang Khofifah.
"Pada akhirnya ketika dunia tengah galau akan suplai pangan, Indonesia nyatanya termasuk yang paling aman. Dengan penguatan berbasis sains maka prosesnya bisa lebih produktif, kualitatif dan menghindarkan sebanyak mungkin dari yang kimiawi menjadi non kimiawi," ujar Khofifah.
Selain isu pangan, Gubernur Khofifah juga membagikan pandangannya mengenai manajemen penanganan bencana alam mengingat posisi Indonesia dan Jatim yang berada di kawasan _ring of fire_.
BPBD Jatim mencatat bahwa dalam periode 2022 sampai 2025, sekitar 92 sampai 97 persen kejadian bencana di Jawa Timur merupakan bencana hidrometeorologi. Sampai 25 Maret 2026 tercatat 115 kejadian bencana. Kondisi ini menuntut penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan yang konsisten.
Di akhir, Gubernur Khofifah mengajak seluruh mahasiswa FKN Unhan untuk bisa memanfaatkan momen kunjungan ke Jatim sebaik-baiknya. Ditambah dengan ditandatanganinya PKS agar menjadi penguat kontribusi bersama.
"Selamat studi lapangan di Jawa Timur. Silahkan di eksplor, setelah itu mohon diberikan masukan kepada kami sehingga bisa berbenah dan melakukan yang lebih baik lagi," pungkasnya.
Sementara itu, Dekan FKN Unhan Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M. menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang telah mewadahi pembelajaran Unhan khususnya lima prodi. Jatim disebutnya sebagi salah satu provinsi favorit bagi para mahasiswa dalam melakukan studi.
"Terima kasih kepada Ibu Gubernur dan jajarannya atas penerimaan yang begitu hangat bagi kami," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa keamanan nasional adalah hasil dari kemampuan seluruh komponen bangsa dalam membangun ketahanan secara bersama. Oleh sebab itu, Jawa Timur dipilih sebagai lokasi praktek langsung karena dinilai telah memenuhi kriteria berhasil dalam membangun ketahanan daerah.
"Sehingga mereka mau lihat dengan teori yang mereka pelajari dengan fakta di lapangan yang ada itu yang mereka nanti membuat masukan kepada provinsi Jawa Timur dalam rangka ketahanan Indonesia," tuturnya.

