Sebanyak 2.106 SMA/SMK Swasta se-Jatim Siap Berikan Beasiswa Penuh serta Potongan Biaya Pendidikan untuk 79.086 Murid
SURABAYA, 3 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan tertib, transparan, dan memberikan akses pendidikan yang seluas-luasnya bagi seluruh calon murid di Jawa Timur.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Gubernur Khofifah meninjau langsung proses verifikasi dan validasi data SPMB di SMA Negeri 1 Surabaya dan SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (1/6). Kemudian peninjauan dilanjutkan ke SMA Negeri 5 Surabaya dan SMA Negeri 9 Surabaya, Selasa (2/6).
"Saya rasa ini menjadi referensi yang kuat. SMA komplek ini mengintegrasikan 4 unit SMA-SMA yang menjadi banyak harapan dari calon-calon murid untuk bisa diterima di sekolah ini," katanya.*l
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah memastikan seluruh tahapan verifikasi berjalan lancar serta memberikan kemudahan layanan bagi calon murid dan orang tua. Ia menyebut sistem verifikasi yang diterapkan telah diatur secara terjadwal sehingga proses pelayanan berlangsung lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean panjang.
"Kita bisa melihat bahwa ruangan tempat verifikasi cukup longgar. Antriannya cukup teratur dan kapasitasnya yang disiapkan cukup. Sehingga tidak ada antrian seperti tahun lalu yang saya dengar ada yang subuh-subuh sudah mulai datang ke sekolah. Tapi kali ini, waktunya cukup panjang," ujarnya.
Tahapan pertama SPMB ini dilakukan dari tanggal 29 Mei sampai 9 Juli. Di mana, proses pendaftaran dilakukan oleh rata-rata poperatornya 10 operator. Sehingga memungkinkan memberikan tayanan lebih banyak calon-calon murid.
"Proses Pengambilan PIN dan verifikasi SPMB sudah dimulai sejak 29 Mei dan akan berlangsung hingga 9 Juni 2026. Sistemnya sudah diatur berdasarkan jadwal sehingga calon murid dapat mengetahui secara pasti kapan harus datang untuk melakukan verifikasi data dan dokumen. Alhamdulillah, prosesnya berjalan cukup lancar dan tertib," ujarnya.
Gubernur Khofifah menjelaskan, tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 diawali dengan pengambilan PIN secara mandiri oleh calon murid baru pada 28 Mei hingga 9 Juni 2026, dilanjutkan verifikasi dan validasi data serta dokumen pada 29 Mei hingga 10 Juni 2026.
Selain itu, tersedia pula latihan pendaftaran secara daring pada 8 hingga 9 Juni 2026 guna memastikan calon murid dan orang tua memahami mekanisme pendaftaran sebelum memasuki tahapan seleksi.
Adapun pelaksanaan pendaftaran dilakukan secara bertahap, meliputi Jalur Domisili pada 11 hingga 12 Juni 2026, Jalur Afirmasi, Mutasi Orang Tua/Wali dan Prestasi Hasil Lomba pada 17 hingga 18 Juni 2026, Jalur Prestasi Akademik SMA pada 24 hingga 25 Juni 2026, serta Jalur Prestasi Akademik SMK pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
"Dan proses tertib ini juga bisa dilihat di semua kabupaten/kota se-Jawa Timur. Artinya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus berikhtiar untuk meningkatkan layanan kepada calon-calon murid yang mendaftar di SMA-SMA yang mereka tuju," jelasnya.
Gubernur Khofifah berharap seluruh rangkaian SPMB tahun ini dapat berlangsung lancar serta memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
"Kami terus melakukan pembenahan agar proses penerimaan murid baru semakin baik, transparan dan akuntabel. Mudah-mudahan SPMB tahun ini berjalan lancar dan masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik sesuai dengan pilihan sekolah masing-masing,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur masih terbatas dibanding jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat setiap tahun.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat Tahun 2026 mencapai 618.479 murid. Sementara daya tampung SMA dan SMK negeri hanya sebanyak 244.621 murid, yang terdiri atas 121.538 kursi SMA Negeri dan 123.083 kursi SMK Negeri.
Dengan demikian, daya tampung sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Sedangkan sekitar 373.858 murid atau 60,45 persen lainnya perlu melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.
“Karena itu selalu ada ruang di mana calon murid harus menentukan pilihan ke sekolah swasta. Sebab daya tampung SMA dan SMK Negeri memang berada pada kisaran 39,55 persen dari total lulusan,” jelasnya.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi Pemprov Jatim untuk terus memperkuat sinergi dengan sekolah swasta melalui berbagai program beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan.
“Data ini menunjukkan bahwa sekolah swasta memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di Jawa Timur. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi dengan SMA dan SMK swasta agar seluruh lulusan SMP/MTs tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan daya tampung sekolah negeri,” ujar Khofifah.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa jumlah SMA dan SMK swasta yang menyediakan program beasiswa maupun potongan biaya pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.757 SMA dan SMK swasta berpartisipasi dalam program tersebut. Sementara pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 2.106 lembaga pendidikan.
Rinciannya, sebanyak 446 SMA swasta menyediakan beasiswa penuh dan 337 SMA swasta memberikan potongan biaya pendidikan. Sedangkan pada jenjang SMK, terdapat 764 sekolah yang menyediakan beasiswa penuh dan 559 sekolah memberikan potongan biaya pendidikan.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah murid penerima manfaat. Jika pada tahun 2025 terdapat 72.989 murid yang memperoleh beasiswa maupun potongan biaya pendidikan, maka pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 79.086 murid.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.157 murid SMA swasta dialokasikan menerima beasiswa penuh dan 8.748 murid mendapatkan potongan biaya pendidikan. Sementara pada jenjang SMK, sebanyak 24.956 murid memperoleh beasiswa penuh dan 26.225 murid menerima potongan biaya pendidikan.
"Secara kumulatif tahun lalu 72.989 siswa dan tahun ini 79.086 siswa yang bisa mendapatkan beasiswa dari SMK maupun SMA swasta di Jawa Timur, ini jumlah yang sangat signifikan untuk meringankan beban masyarakat," tegasnya.
Menurutnya, keberadaan sekolah swasta merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan Jawa Timur dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Gubernur Khofifah menambahkan, dukungan dunia pendidikan swasta tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh SMA dan SMK swasta di berbagai kabupaten/kota yang telah memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak Jawa Timur untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menerangkan kuota verifikasi setiap sekolah 200 per hari. Di mana, pada hari libur dan akhir pekan pelayanan akan tetap berjalan.
"Kita tidak ingin lagi masyarakat merasa bahwa mereka punya waktu cukup singkat untuk mengambil PIN. Karena PIN ini penting untuk mereka melanjutkan ke jenjang tahapan berikutnya. Apakah domisili, afirmasi, mutasi, maupun Jalur Prestasi Akademik," tuturnya.
Hafiz salah satu calon murid dari SMP Islam Darussalam mengungkapkan pengalaman pertama mengikuti SPMB. Meski pertama kali, ia mengaku sudah mempersiapkan secara matang agar masuk ke SMA impian.

